KAOS IBC


Contoh anamnesis

                                                         Skenario
Seorang bapak yang bernama Arif,berusia 43 tahun datang  kesebuah klinik dengan keluhan demam,pusing disertai badan lemas.Di klinik tersebut dia ditangani oleh seorang dokter yang bernama dr Ridwan.
Dr.Ridwan           : Silahkan masuk Pak Arif
Bpk.Arif               : Assalamu’alaikum dok..
Dr.Ridwan           : Wa’alaikum salam…silahkan duduk pak
Perkenalkan,saya dr.Ridwan yang bertugas diklinik ini,ada yang bisa saya bantu pak?
Bpk.Arif               : Gini dok,badan saya demam,bawaannya lemas trus,kepala          saya pusing,uda gitu saya juga flu dok.
Dr.Ridwan           : Kalau malam hari ,badan bapak menggigil atau tidak?
Bpk.Arif               : Iya dok,kalau uda malam gitu,badan saya menggigil…pake selimut juga tetap menggigil dok..
Dr.Ridwan           : Demam bapak ini,bapak rasakan waktu malam hari saja atau sepanjang hari?
Bpk.Arif               : pagi sampai malam badan saya demam terus dok,.tapi kalau menggigilnya cuman malam aja dok
Dr.Ridwan           : Kalau bapak beraktivitas yang berat,gejalanya memburuk atau tidak?
Bpk.Arif               : iya dok,
Dr.Ridwan           : Sudah berapa hari pak sakitnya?
Bpk.Arif               : Sudah 2 hari dok
Dr.Ridwan           : Bapak sudah pernah minum obat sebelumnya?
Bpk.Arif               : Belum pernah dok
Dr.Ridwan           : mmm….jadi penyakit bapak ini karena influenza,
Nanti sampai dirumah bapak istirahat yang cukup dan minum    obat yang teratur…insya Allah bapak bisa cepat sembuh
Bpk.Arif               : iya dok
Dr.Ridwan           :saya tulis dulu resep obatnya ya pak..(di tulis dalam catatan: amoxicillin dan parasetamol)…yang ini (sambil menunjuk kertas)..di minum tiga kali dalam sehari ya pak…diminum sesudah makan.
Bpk.Arif               : iya dok.,obatnya dimana ya dok di beli?
Dr.Ridwan           : di apotek pak,,,di apotek klinik ini juga ada,,di depan lokasi parkir kita.
Bpk.Arif               : ough….iya dok,,,trima kasi ya dok…
Dr.Ridwan           : iya pak,sama-sama.
Jangan lupa perbanyak minum dan makan buah ya pak dan juga istirahat yang teratur
Bpk.Arif               : iya dok..
Dr.Ridwan           : Semoga cepat sembuh ya pak..
Bpk.arif                : iya dok..permisi ya dok…Assalamu’alaikum..
Dr.Ridwan           : wa’alaikum salam Wr.Wb



Surat Pernyataan Untuk Sertifikasi Guru

                                                                   SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :

N a m a                :   
No. Peserta          :   
NUPTK                 :   
Instansi                :   
Alamat                 :   
No. HP.                :   

Menyatakan bahwa bukti fisik dalam berkas PLPG ini benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan jika di kemudian hari ternyata pernyataan dan bukti fisik tersebut tidak benar, saya bersedia menerima sanksi dan dampak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Medan,     September 2013
Peserta Sertifikasi Guru,



 



puisi

          fajar
Debur ombak…
Seakan memecah kekeringan ku yang tenang
Berdiriku di tepinya
Seakan kaki ku tertancap kuat
Sambil menatap indahnya fatamorgana
Terbuai ku di tepi khayalku
                                                     Menantikan detik demi detik
                                                     Perginya sang jingga fajar
                                                      Seakan hilang dihadang
                                                      Oleh pasukan cahaya rembulan
Bumi bagaikan terhenti
Seketika tak putari matahari
Bulanpun tak bisa menerangi
Tak bisa menandingi sisi keindahan sang fajar kini

                                                       Dalam renungan ku seorang
                                                       Diambang sore yang kun anti
                                                       Bulan,bintang tak bisa menggantikan
                                                       Suasana sinsingancahaya fajar mu

Adakah mungkin untuk ku munanti???
Sampai fajar kembali
Ku takut itu sulit terjadi
Aku takut jika lau fajar tidak

Akan pernah kembali

PENTINGNYA KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN

            PENTINGNYA KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN

Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata-kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini, permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.
Setelah memperoleh bahan?bahan yang diperlukan, sang siswa lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi tentang metoda penghitungan parameter tersebut.
Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.
Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter?parameter medan alirnya menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan dengan perhitungan teoritis.
Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.

Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata-rataan [4].
Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia.
Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.
Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (artificial intelligence).
"peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.
Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.



Surat Pernyataan Mahasiswa

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                                       :
NPM                              :
Tempat/Tanggal lahir    :
Alamat                           :
Dengan ini menyatakan bahwa saya benar mahasiswa di Fakultas Kedokteran UISU dan masih aktif.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya untuk  dapat digunakan sebagaimana mestinya.







Medan,30 Oktober 2012
Hormat Saya



Ahmad Ridwan

Kesehatan Ibu dan Anak

Bab 1
PENDAHULUAN

 A.   Latar Belakang

Kesehatan ibu dan anak merupakan harapan masa depan bagi semua orang. Kesehatan ibu dan anak juga merupakan salah satu dari banyak masalah yang akan menjadi bahan ajaran di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Dari dahulu hingga sekarang ini masalah kesehatan ibu dan anak masih kurang diperhatikan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor tertentu, situasi, dan kondisinya. Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan masalah yang perlu perhatian lebih karena masalah itu merupakan masalah yang mempengaruhi generasi muda yang akan terbentuk.

 B.   Ruang Lingkup Permasalahan


1.     Pengertian kesehatan ibu dan anak.
2.     Tujuan umum kesehatan ibu dan anak.
3.     Tujuan khusus kesehatan ibu dan anak.
4.     Kegiatan yang dilakukan pada program kesehatan ibu dan anak.
5.     Sistem kesiagaan di bidang kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.



C.   Landasan Teori

1.     Kesehatan ibu dan anak merupakan harapan untuk masa depan bagi semua orang.
2.     Kesehatan ibu dan anak merupakan kunci sukses membangun generasi muda.



D.   Tujuan Penulisan

1.     Mengetahui apa sebenarnya program kesehatan ibu dan anak.
2.     Mengetahui tujuan-tujuan dari program kesehatan ibu dan anak.
3.     Mengetahui kegiatan-kegiatan dalam program kesehatan ibu dan anak.
4.     Mengetahui bagaimana kesiagaan di bidang kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.




Bab 2
KESEHATAN IBU DAN ANAK HARAPAN MASA DEPAN BAGI SEMUA ORANG

Semua mungkin sepakat bahwa generasi muda adalah harapan bangsa, bahwa kemajuan satu bangsa pada masa mendatang tergantung dari generasi muda yang ada pada hari ini. Kita pasti sepakat mempersiapkan generasi muda yang tangguh, hebat hari ini adalah kunci sukses buat masa depan bangsa. Mengapa menjadi sangat penting KIA..? Jawabnya secara medis bila para ibu yang sehat secara jasmani dan rohani maka dari rahim para ibu yang sehat jasmani dan rohani itu akan lahir anak-anak yang sehat. Apa bila lahir anak-anak yang sehat maka akan tumbuh generasi muda yang sehat, tangguh, cerdas sebagai penentu nasib bangsa pada masa depan.

A.Pengertian

Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah. Pemberdayaan masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan. Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh, dan untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi/komunikasi (telepon genggam,telepon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantauan, dan informasi KB. Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada masyarakat, pemuka masyarakat, serta menambah keterampilan para dukun bayi serta pembinaan kesehatan akan dilakukan di taman kanak-kanak.




B. Tujuan

1) Tujuan Umum 
Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia, serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.


2) Tujuan Khusus

a.                    Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap, dan prilaku) dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga.
b.                    Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga serta di sekolah TK.
c.                     Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu menyusui.
d.                    Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi, dan anak balita.
e.                     Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehata ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalaui peningkatan peran ibu dalam keluarga.



C. Kegiatan

1.     Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita, dan anak prasekolah.
2.     Deteksi dini faktor resiko ibu hamil.
3.     Pemantauan tumbuh kembang balita.
4.     Imunisasi Tetanus Toxoid dua kali pada ibu hamil serta BCG, DPT tiga kali, Polio tiga kali, dan campak satu kali pada bayi.
5.     Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
6.     Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita, dan anak prasekolah untuk macam-macam penyakit ringan.
7.     Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan serta bayi-bayi yang lahir ditolong oleh dukun selama periode neonatal (0-30 hari).
8.     Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi serta kader-kader kesehatan.




D. Sistem Kesiagaan Di Bidang KIA Di Tingkat Masyarakat

Terdiri atas :
1.     Sistem pencatatan-pemantauan.
2.     Sistem transportasi-komunikasi.
3.     Sistem pendanaan.
4.     Sistem pendonor darah.
5.     Sistem informasi KB.


Proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini tidak hanya proses memfasilitasi masyarakat dalam pembentukan sistem kesiagaan itu saja, tetapi juga merupakan proses fasilitasi yang terkait dengan upaya perubahan perilaku, yaitu:
1.     Upaya mobilisasi social untuk menyiagakan masyarakat saat situasi gawat darurat, khususnya untuk mambantu ibu hamil saat bersalin.
2.     Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menurunkan angka kematian maternal.
3.     Upaya untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat dalam menolong perempuan saat hamil dan persalinan.
4.     Upaya untuk menciptakan perubahan perilaku sehingga persalinan dibantu oleh tenaga kesehatan profesional.
5.     Merupakan proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu mengatasi masalah mereka sendiri.
6.     Upaya untuk melibatkan laki-laki dalam mengatasi maslah kesehatan maternal.
7.     Upaya untuk melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mengatasi masalah kesehatan.

Karena itu Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini berpijak pada konsep-konsep berikut ini:
1.     Revitalisasi praktek-praktek kebersamaan social dan nilai-nilai tolong-menolong, untuk perempuan saat hamil dan bersalin.
2.     Mengubah pandangan: persalianan adalah urusan semua pihak, tidak hanya urusan perempuan.
3.     Mengubah pandangan: masalah kesehata tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan maslah dan tanggung jawab masyarakat.
4.     Melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) di masyarakat.
5.     Menggunakan pendekatan partisipatif.
6.     Melakukan aksi dan advokasi.

Siklus proses yang memberikan masyarakat kesempatan untuk memahami kondisi mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka ini disebut dengan pendekatan belajar dan melakukan aksi bersama secara partisipatif (Participatory Learning and Action-PLA). Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan mengelola berbagai komponen, kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan, sehingga setiap orang memiliki pandangan yang sama tentang penyelesaian masalah mereka, tetapi pendekatan ini juga merupakan proses mengorganisir masyarakat sehingga mereka mampu untuk berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi untuk menyelesaikan masalah mereka. Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu melakukan aksi untuk meningkatkan kondisi mereka. Jadi, ini merupakan proses dimana masyarakat mengubah diri mereka secara individual dan secara kolektif dan mereka menggunakan kekuatan yang mereka miliki dari energi dan kekuatan mereka (Hartock, 1981).
Didalam konteks pembentukan sistem kesiagaan, pertama-tama masyarakat perlu untuk memahami dan menganalisa kondisi kesehatan mereka saat ini, seperti kondisi kesehatan ibu, kesehatan bayi baru lahir, kesehatan bayi, pelayanan kesehatan, dan berbagai hubungan, dan kekuasaan yang mempengaruhi kondisi tersebut agar mereka mampu untuk melakukan aksi guna memperbaiki kondisi tersebut berdasarkan analisa mereka tentang potensi yang mereka miliki. Untuk memfasilitasi mereka agar berpikir, menganalisa dan melakukan aksi, proses fasilitasi dan warga yang berperan melakukan fasilitasi sangat diperlukan. Selain itu, warga yang berperan memfasilitasi masyarakatnya membutuhkan pemahaman tidak hanya tentang konsep Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan metode dan alat-alat partisipatif. Jadi, pendekatan yang diaplikasikan dalam Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini akan menentukan proses dan kegiatan berikutnya dalam keseluruhan proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini.
Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa, kejadian bencana, kecelakaan, dan lain-lain dengan memanfaatkan potensi setempat, secara gotong-royong. Selain sebagai upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, pengembangan Desa Siaga juga mencakup upaya peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi masalah-masalah kesehatan, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Inti dari kegiatan Desa Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Memperhatikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan Desa Siaga tersebut, maka Pemberdayaan Masyarakat bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satukomponen yang penting dalam pencapaian tujuan Desa Siaga dalam hal penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

































Bab 3
KESIMPULAN


          Dari pembahasan tentang masalah Kesehatan Ibu dan Anak dapat disimpulakan bahwa kesehatan ibu dan anak sangat penting dalam upaya membangun generasi muda yang tangguh yang merupakan kunci sukses bagi masa depan bangsa. Dalam beberapa hal yang telah dilakukan menghasilkan hasil yang lumayan dan ada juga yang masih terkendala dalam pelaksanaannya. Masalah kesehatan ibu dan anak nantinya juga akan semakin dikembangakan agar tercapainya visi dan misi dari kegiatan di atas.





















DAFTAR PUSTAKA




Ar-Rauf memeluk kisahku

SINOPSIS
Hujan yang turun dengan deras sebenarnya tidak sendiri. Mentari tidak pernah meninggalkan langit biru. Dia hanya mencoba memandirikan langit yang sebenarnya sangat indah jika dia mampu. Menciptakan pelangi menyejukkan hati-hati perindu Ilahi.
Angin yang datang dengan kuat bukan maksud untuk menghancurkan tetapi dia mencoba menghembuskan keteduhan di hati-hati penunggu syurga seperti aku.
Daun yang sudah jatuh lalu terinjak-injak bukanlah suatu kesia-siaan semata. Karena setelah itu dia akan bersatu dengan tanah lalu menyuburkan tanaman-tanaman yang lain. Seperti itulah sebenarnya pengibaratan Allah . Ar-Rauf yang tidak pernah memberikan sebuah kesia-sia terhadap hamba-hamba yang mencintai-Nya.






Ar-Rauf memeluk kisahku
Daun-daun yang berguguran tiada pernah membenci angin yang sengaja menghembuskan atau mencampakkan dirinya. Walau sebenarnya dia tidak pernah tahu kemana dia akan pergi setelah dicampakkan. Betapa dia mengakui bahwa lemahnya dirinya, yang tidak sanggup bertahan dalam rumah indahnya, (pohon). Angin pun ternyata tidak pernah tahu bahwa selama ini dirinya begitu kejam terhadap ratusan daun-daun yang tiap harinya berjatuhan karenanya. Beterbangan kesana-kemari sampai mereka begitu terasa lelah, penat tetapi mereka tidak pernah sedikitpun membenci angin.
Hingga pada suatu waktu, mereka terlihat terkapar layu di atas tanah, hanyut di bawa derasnya arus air dan terinjak-terinjak. Lalu mereka menghilang tiada berwujud lagi, Namun mereka tidak pernah membenci angin. Langkah demi langkah, aku pun meninggalkan tempat tragis itu, dengan langkah yang gontai kuberjalan melalui kisah dramatis itu, angin dan daun, “hmm”, besitku dalam hati.
Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya bahwa aku akan berada di tempat ini. Aku rela mengorbankan rasa rinduku yang jauh dari mereka. Hari ini aku benar-benar ingin menangis,lalu memeluk tubuh sosok peneduh batinku, Mama. Aku ingin bercerita panjang lebar dalam pelukannya dan mendapat belaian hangat yang sudah lama tidak pernah kurasakan. Aku ingin duduk bersama dengan Buyaku ( Ayahku ). Mendengar nasihat-nasihatnya yang bersahaja dan memberikanku motivasi kekuatan untuk terus berjalan mengarungi kehidupan. Saat ini melihat wajah mereka secara langsung adalah harapan terbesarku. Tetapi waktu masih enggan bergulir seakan sedang menguji dan mengajakku bermain-main dengan air mata. Tetapi ini adalah keputusanku, ini adalah jalan yang harus kutempuh dan aku percaya dengan takdir Tuhan.
Treet, treet..! ponselku berbunyi.
Sekejap lamunanku terhenti. Lalu aku langsung mengambil ponselku dan membaca sms masuk.
“Assalamu`alaikum, apa kabar Ridwan?”
Ternyata Rois masih ingat padaku, gumamku dalam hati. Dia adalah salah satu sahabatku saat di SMA dulu. Sering kumenghabiskan waktu bersamanya, saling bercerita bahkan saling berbagi. Aku sudah menganggapnya seperti saudara kandungku sendiri. Tak jarang dia menguatkanku, memberiku nasihat untuk selalu tegar setiap ada masalah. Tiba-tiba saja aku teringat semuanya, teringat kejadian-kejadian lucu, indah, dan bahkan menyakitkan saat-saat bersamanya. Itu sudah menjadi kenangan dan masa lalu yang tak mungkin kuputar kembali walau dengan apapun tebusannya.
“Wa`alaikum salam Is, Alhamdulillah aku sehat. Kamu gimana?”
“Oh, syukurlah. Alhamdulillah aku juga sehat” balas Rois.
Salah satu kisah yang masih sering kusesalkan. Mengapa aku tidak bersama mereka ,sahabat-sahabatku. Mengapa kami harus berjauhan terpisah oleh jarak yang begitu jauh.”huuffffth” Hingga sangat menguras emosiku dan menguji mentalku. Tetapi, lagi-lagi aku harus menguatkan diriku sendiri tanpa mengharapkan orang lain yang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kuakui ini begitu berlebihan. Tetapi aku adalah remaja yang baru kali ini jauh dari orang tua, jauh dari sahabat-sahabat dan jauh dari rumah. Hingga aku pun sedikit membenarkan diriku.
Arloji tanganku sudah menunjukkan pukul 23.05 WIB. Lalu kutatapi sekelilingku. Kudapati dinding-dinding kamarku yang membisu, Lemariku yang tidak peduli serta jam dindingku yang mungkin sedang tertawa menyaksikan kesibukanku yang tiada berarti serta dispenser yang mengundang dahagaku setelah 3 jam aku berpetualang dalam masa lalu. “hmm” aku menghapus sisa-sisa air mata yang masih membekas di pipiku sambil aku meneguk beberapa gelas air. Setelah itu aku tidur dan tidak lupa kumembaca doa yang selalu diingatkan oleh Buyaku saat hendak mau tidur.

*********

Hari ini mendung sekali. Langit yang tadinya biru kini teramat suram. Seperti ada yang disembunyikan atau dia sedang ingin sendiri menikmati waktunya. Tidak menginginkan seorang pun tahu untuk mengerti tentangnya yang sekarang. Dia tetap mengepul, bergelut hitam kelam. Mentari yang selalu bersamanya pun seolah berkhianat membelakangi kisah skenario yang seharusnya berjalan bersamaan.
“bagaimana aku berangkat kuliah ini” ucapku sendiri
“langitnya gelap, angin juga kuat sekali. Mungkin akan turun hujan”pikirku
Sambil ku ambil ponsel dari tas sandangku. Kemudian ku kirim sebuah sms kepada seorang teman satu jurusanku, Ayyesha.
“Assalamu`alaikum sha…”
Aku masih stay  di kamar kost-kostanku. Tempat semuanya terjadi akhir-akhir ini. Simple, Tapi di sini lah sekarang separuh aku menjejaki profil diri yang masih terus beradaptasi dengan lingkungan baru yang selama ini selalu menjadi buah bibir orang-orang. Karena kejamnya, karena egoisnya, dan segala cara dihalalkan disini, demi mendapatkan sesuap nasi. Memang sungguh tragis saat kumendengar semua celotehan-celotehan orang-orang di kampungku yang kupikir semua itu hanya omongon belaka. Tetapi saat kumenginjakkan pertama kali di tempat ini, di Ibukota Provinsi ini. “hummh, ya Allah..ternyata benar Medan seperti itu”.Kata-kata yang pertama kali aku dengar saat meminta bantuan pada masyarakat disekitar ku,” ini Medan bung,gak ada yang gratis”.
“Wa`alaikum salam wan…, ada apa?” ayyesha membalas sms  dariku.
“Ukhti, kamu sudah di kampus?”
“Iya, ini aku lagi di jalan sama Putri”
“Oh, cuaca lagi buruk banget, aku masih di kost nih. Payung juga gak punya, hehehe” balasku
“hehehe ... Iya, anginnya kencang banget, aku sama Putri aja ini lari-lari biar gak terjebak hujan ntar”
“Oke deh ukhti. Kalau nanti udah nyampe kampus, kabari aku yah. Soalnya aku agak telat ke kampusnya”
“Iya Wan.., ini kami udah nyampe di tenda biru (tempat nongkrong paling asyik mahasiswa kedokteran) .”Ayyesaha mengakhiri sms.
Aku sentak berdiri, masih ada sisa 10 menit buat aku untuk sampe di kampus. Hari ini, ada mata kuliah bahasa inggris dan agama islam setelah itu aku juga harus menghafal anatomi tubuh manusia.”Hufft.., semangat Ridwan!!” ucapku dalam hati. “This is my way!!!”. Aku pun mengambil jaket almamater kebanggaanku yang berwarna merah dari lemari, ahh… tak apalah setidaknya ini bisa melindungiku dari langit yang sudah mulai gelap dan gerimis. Belum lagi angin yang begitu kencang. “Let`s go!´hidup harus tetap berjalan dan selalu disyukuri.
Aku berjalan menyusuri jalanan sepi. Orang-orang sekitar kostku sudah memasuki rumah mereka masing-masing. Berlindung dari gemuruh hujan dan dari hebatnya hembusan angin. Ku pandangi jalanan sambil kuberlari-lari kecil. Sepertinya langit masih sangat baik untuk bisa kujadikan partner. “Alhamdulillah..” besitku dalam hati. Ternyata hujannya turun sangat deras setelah aku sampai di kampusku. “Mereka datang keroyokan,hehe” aku senyum-senyum sendiri sambil berjalan ke ruangan al-Munir, tempat belajarku hari ini. Hari ini aku harus pulang hingga maghrib karena masih banyak tugas yang harus aku selesaikan. Huuuh…. Kumencoba untuk terus menyemangati diriku untuk selalu bersemangat mengikuti proses ini. Mengikuti semua jalan yang sudah ditetapkan untukku. Puasa sunnah senin kali ini, pasti akan sangat melelahkan tetapi puasa sunnah senin kamis yang sudah biasa kulakukan bersama teman-temanku saat di SMA seperti menjadi bagian hidupku yang tak mudah untuk aku tinggalkan. Walau saat ini aku bukan di tempat sereligius  itu, aku harus bisa menjaga setiap rutinitas kebaikan yang selalu kulakukan.
“Wan…” Ardhi menepuk bahuku
“Hey..kenapa dhi?”
“Kamu baru nyampe yah”
“Iya, hujannya deras banget. Angin juga kencang banget.” Jawabku
“Iya yah, datangnya kompakan banget. Sampai aku basah-basah gini.”
“heheh,” aku tertawa mendengar ucapan Ardhi saat mengatakan hujan sama angin datangnya kompakan.
Sungguh besar sekali kekuasaan Allah. Tidak seorang pun yang mampu menandingi-Nya. Jika Dia mengatakan terjadi maka akan terjadilah sesuatu itu. Ya Rabb…aku mencintai-Mu, ucapku dalam sekali di dasar kalbuku. Engkaulah yang kupunya saat aku memilih jauh dari kedua malaikatku yaitu orang tua ku. Istiqamahkan aku di jalan-Mu agar kugapai prestasi yang selalu dalam keridhoan-Mu. Jangan Engkau menjauh sedikitpun dariku ya Allah, sesungguhnya aku cemburu melihatmu jika tidak ada bersamaku. Hujan dan angin yang hebat ini adalah suatu cerita yang sudah digariskan ditakdirku. Aku yakin itu, karena aku selalu berharap setiap harinya bertambah kecintaanku terhadap-Mu, ya Allah.
Sambil menunggu dosen datang, anak-anak kedokteran membuat kegiatan masing-masing. Sehingga membuat suasana ruangan menjadi sangat ramai, riuh terdengar suara tawa. Ada yang asyik dengan Blackberry nya. Ada yang sibuk dengan lembar-lembar tugas yang dikumpulnya baru minggu depan, ada yang ngumpul-ngumpul cerita tentang daerahnya masing-masing. Aku begitu terkesima melihat keakraban mereka semua. Sulit kubayangkan apa jadinya jika diantara kami selalu bertentangan mempertahankan kebenaran dari tradisi-tradisi daerah sendiri. “yah kapal pecah…yang di dalamnya menjunjung tinggi sifat egois” khayalku. Tetapi aku yakin sebelum aku ataupun mereka semua dilahirkan ke dunia ini, pasti kami sudah digariskan satu sama lain untuk saling bertemu dalam ukhuwah persaudaraan yang hakiki.
Sementara aku yang terlena dengan kumpulan foto-foto di ponselku. Kupandangi satu-satu wajahnya. Kalian tidak akan tergantikan, ucapku kepada wajah-wajah yang sudah 6 tahun kami bersama dalam wadah suci nan Islami, biasa kami sebut penjara suci (Asrama). Sekolah pondok yang banyak mengajarkan arti Islam sesungguhnya. Disana kami pernah tertawa bersama, pernah menangis bersama, makan bersama, belajar bersama, tidur,mandi serta kegiatan kecil sekalipun kami selalu bersama. Bahkan kami pun pernah tersandung batu, kerikil tajam yang sempat membuat kami terpisah oleh jarak dan beda paham tetapi itu selalu tertepis saat setiap uluruan tangan selesai sholat berjamaah. Sehingga itu sangat berkesan dan tidak akan pernah terlupa sampai kami bertemu kembali dalam cita-cita kami yang pernah terucap bersama di bawah pohon rindang yang menjadi saksi bersejarah dalam periodisasi waktu.
“wan, sibuk sendiri aja, lagi ngapain?” Hasfi mengagetkanku.
“Gak ngapa-ngapain koq,” jawabku
Ternyata dia baru datang dan duduk tepat di belakang kursiku.
Ayyesha menghampiriku.
“Kamu udah nyampe ternyata Wan…” tutur Ayyesha.
“Iya, dari 5 menit yang lalu ukhti” jawabku sambil merapikan tempat dudukku.
“Oh, nih, mau gak, aku ada kue. Aku belum sarapan dari kost soalnya.
“(aku senyum)”
“Hehe, ko’  malah senyum. Ini ambil aja, aku juga gak habis nih.”
Aku memang tak biasa mengatakan kepada orang-orang kalau aku sedang puasa sunnah. Aku takut dianggap ria. Untung saja, tidak lama kemudian Ayyesha mengetahuiku sedang berpuasa. Lalu dia meminta maaf.
“Maaf banget loh Wan..” Ayyesha memelas
“Gak apa-apa Ayyesha” sambil tersenyum kumemandangi tingkahnya.
Sudah lewat pukul 10.00 WIB, dosennya juga masih belum datang. Sehingga membuat anak-anak terheran karena biasanya beliau selalu datang tepat waktu. Tapi kali ini terlihat sangat berbeda. Atau mungkin masih di jalan dan terjebak macet, pikirku.
Ayyesha kemudian datang lagi menghampiriku. Tiba-tiba dia menyebut kata yang gak asing di telingaku.
“Wan..Kamu pernah dengar Resonansi Jiwa?” tutur Ayyesha
“Oh iya, itu aku tahu Resonansi Jiwa”  balasku
“Apa coba?” Ayyesha mencoba mengujiku
Ternyata dia sedikit belum percaya kalau aku tahu tentang Resonansi Jiwa .
“ Yah tau lah, aku punya koleksinya di laptopku. Ada banyak kisah-kisah yang bermakna dan bermanfaat. Kira-kira berdurasi 7-10 menit tiap pembacaan kisahnya” jelasku
“hehehe, iya, iya. Kamu benar” Ayyesha kembali salah tingkah
Aku yang bersikap biasa saja menjadi senyum-senyum sendiri. Lalu kami pun bercerita tentang kisah-kisah yang bermanfaat dalam kumpulan resonansi jiwa. Ternyata Yudha mendengar perbincangan kami dan dia pun mengetahui sangat banyak tentang kisah-kisah tersebut.

**********

 Adzan maghrib di kampus berkumandang. Aku masih berkutat dengan tuhas-tugasku yang masih belum selesai. Botol minuman yang sengaja kubawa dari kost tadi aku sudah refill. “Bismillah….” Aku pun berbuka puasa hanya dengan beberapa teguk air putih yang tersedia.
“Alhamdulillah…puasaku hari ini berjalan lancar. Terima kasih ya Allah. Ini juga berkat-Mu yang selalu ada di hatiku.”

Perjuangan untuk hari ini sudah selesai. Setelah kumembereskan buku-buku dari mejaku aku langsung bergegas menuju  masjid kampus untuk sholat maghrib. Kemudian aku pulang dan menyusuri kembali jalanan yang tiap hari ini ku tempuh. Jalanan-jalanan itu akan menjadi saksi bisu dalam mengejar masa depan ku nantinya. Mama selalu berpesan “ Nak, putra mahkotaku, jangan kecewakan mama sama buya. Besar harapan mama kepadamu nak” Dan itulah yang selalu terngiang di hati dan pikiranku. Walau terkadang aku sering berbohong jika ditanyakan lewat telepon apakah aku rindu atau tidak, apakah aku ingin pulang atau tidak. Karena aku harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu tidak sesuai dengan fakta. Sebab jika aku harus jujur maka akan menjadi beban pikiran buat kedua malaikatku itu, mama dan buya.
Aku sungguh merindukan kalian…
Aku harus bisa menjadi kebanggan kalian dan membahagiakan kalian. Karena kalian adalah hidupku.
Sesampainya aku di kost, aku merebahkan tubuhku. Terasa begitu lelah, penat merasuki tubuhku. Dinginnya malam ini pun serasa menusuk tulang-tulangku. Sebelum aku mengistirahatkan tubuhku, adzan Isya memanggilku untuk bersimpuh diri di hadapan-Nya. Tubuh ini tidak ada apa-apanya tanpa hadir-Nya yang selalu ada di mana-mana. Di sujud terakhirku aku bersimpuh diri, menghinakan diriku yang lemah ini terhadap semua takdir yang telah diputuskan untuk aku jalani. Dalam kekhusyukan doa terjatuh air mataku yang sebenarnya Dia lah yang terbaik di belakang semua ini.
“Kutitipkan mereka yang kutinggalkan demi cita-citaku ya Allah..,sampaikan senandung rinduku yang begitu hebat seperti derasnya hujan dan kuatnya angin. Tetapkan aku selalu dalam perjalanan yang Engkau ridhoi, Istiqamahkan aku untuk semua syariat-syariat-Mu”.

Aku merebahkan tubuhku.Kuyakinkan kalbu ini bahwa Ar-Rauf memeluk kisahku. Lalu berharap, esok akan lebih baik dari hari ini. Meskipun semuanya adalah rencana-Nya tapi tugas yang sebenarnya adalah selalu berbuat yang terbaik dari setiap perjuangan.