Unknown
Skenario
Seorang bapak yang
bernama Arif,berusia 43 tahun datang kesebuah klinik dengan keluhan demam,pusing
disertai badan lemas.Di klinik tersebut dia ditangani oleh seorang dokter yang
bernama dr Ridwan.
Dr.Ridwan : Silahkan masuk Pak Arif
Bpk.Arif : Assalamu’alaikum dok..
Dr.Ridwan : Wa’alaikum salam…silahkan duduk pak
Perkenalkan,saya
dr.Ridwan yang bertugas diklinik ini,ada yang bisa saya bantu pak?
Bpk.Arif :
Gini dok,badan saya demam,bawaannya lemas trus,kepala saya pusing,uda gitu saya juga flu
dok.
Dr.Ridwan : Kalau malam hari ,badan bapak
menggigil atau tidak?
Bpk.Arif :
Iya dok,kalau uda malam gitu,badan saya menggigil…pake selimut juga tetap
menggigil dok..
Dr.Ridwan : Demam bapak ini,bapak rasakan waktu
malam hari saja atau sepanjang hari?
Bpk.Arif :
pagi sampai malam badan saya demam terus dok,.tapi kalau menggigilnya cuman
malam aja dok
Dr.Ridwan :
Kalau bapak beraktivitas yang berat,gejalanya memburuk atau tidak?
Bpk.Arif : iya dok,
Dr.Ridwan : Sudah berapa hari pak sakitnya?
Bpk.Arif : Sudah 2 hari dok
Dr.Ridwan : Bapak sudah pernah minum obat
sebelumnya?
Bpk.Arif : Belum pernah dok
Dr.Ridwan : mmm….jadi penyakit bapak ini karena
influenza,
Nanti
sampai dirumah bapak istirahat yang cukup dan minum obat yang teratur…insya Allah bapak bisa
cepat sembuh
Bpk.Arif :
iya dok
Dr.Ridwan :saya
tulis dulu resep obatnya ya pak..(di tulis dalam catatan: amoxicillin dan
parasetamol)…yang ini (sambil menunjuk kertas)..di minum tiga kali dalam sehari
ya pak…diminum sesudah makan.
Bpk.Arif :
iya dok.,obatnya dimana ya dok di beli?
Dr.Ridwan : di apotek pak,,,di apotek klinik
ini juga ada,,di depan lokasi parkir kita.
Bpk.Arif :
ough….iya dok,,,trima kasi ya dok…
Dr.Ridwan :
iya pak,sama-sama.
Jangan lupa perbanyak minum dan makan buah ya pak
dan juga istirahat yang teratur
Bpk.Arif :
iya dok..
Dr.Ridwan :
Semoga cepat sembuh ya pak..
Bpk.arif :
iya dok..permisi ya dok…Assalamu’alaikum..
Dr.Ridwan :
wa’alaikum salam Wr.Wb
Unknown
SURAT PERNYATAAN
Yang
bertanda tangan di bawah ini :
N a m a :
No. Peserta :
NUPTK :
Instansi :
Alamat :
No. HP. :
Menyatakan bahwa bukti fisik dalam berkas PLPG ini
benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan jika di kemudian hari
ternyata pernyataan dan bukti fisik tersebut tidak benar, saya bersedia
menerima sanksi dan dampak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Medan, September 2013
Peserta Sertifikasi Guru,
Unknown
fajar
Debur ombak…
Seakan
memecah kekeringan ku yang tenang
Berdiriku di
tepinya
Seakan kaki
ku tertancap kuat
Sambil
menatap indahnya fatamorgana
Terbuai ku di tepi khayalku
Menantikan
detik demi detik
Perginya
sang jingga fajar
Seakan
hilang dihadang
Oleh
pasukan cahaya rembulan
Bumi
bagaikan terhenti
Seketika tak
putari matahari
Bulanpun tak
bisa menerangi
Tak bisa
menandingi sisi keindahan sang fajar kini
Dalam
renungan ku seorang
Diambang
sore yang kun anti
Bulan,bintang
tak bisa menggantikan
Suasana
sinsingancahaya fajar mu
Adakah mungkin untuk ku munanti???
Sampai fajar kembali
Ku takut itu sulit terjadi
Aku takut jika lau fajar tidak
Akan pernah kembali
Unknown
PENTINGNYA KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU
PEMBELAJARAN
Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk
mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan
pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas
dengan mengandalkan kata-kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini,
permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu
penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan
menghemat tenaga.
Setelah memperoleh bahan?bahan yang diperlukan, sang siswa
lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan
belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir
pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa
parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi
tentang metoda penghitungan parameter tersebut.
Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas
tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan.
Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi
metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya
secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus
fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus
sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan
seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.
Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu,
Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan
kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter?parameter medan alirnya
menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan dengan
perhitungan teoritis.
Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa
permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses
penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau
bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini
merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam
pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis
tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik
yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat
pembuat berbagai jenis filter.
Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata-rataan [4].
Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata-rataan [4].
Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami
oleh para karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak
berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena
proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa
komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di
Indonesia.
Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain
disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar
dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media
pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah
secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak
seperti yang diinginkan.
Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware)
tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam.
Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan
gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan
sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan
perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori
tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan
kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari
sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat
meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan
bantuan bidang AI (artificial intelligence).
"peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.
"peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.
Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti
overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid
menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat
dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang
menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan
dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk
berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki.
Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu
rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
Unknown
SURAT
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
NPM :
Tempat/Tanggal lahir :
Alamat :
Dengan ini menyatakan bahwa saya benar mahasiswa di
Fakultas Kedokteran UISU dan masih aktif.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan
sebenar-benarnya untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.
Medan,30 Oktober
2012
Hormat Saya
Ahmad Ridwan
Unknown
Bab
1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kesehatan ibu dan anak merupakan harapan
masa depan bagi semua orang. Kesehatan ibu dan anak juga merupakan salah satu
dari banyak masalah yang akan menjadi bahan ajaran di Fakultas Kesehatan
Masyarakat Universitas Sumatera Utara. Dari dahulu hingga sekarang ini masalah
kesehatan ibu dan anak masih kurang diperhatikan yang dipengaruhi oleh beberapa
faktor tertentu, situasi, dan kondisinya. Masalah kesehatan ibu dan anak
merupakan masalah yang perlu perhatian lebih karena masalah itu merupakan
masalah yang mempengaruhi generasi muda yang akan terbentuk.
B.
Ruang Lingkup
Permasalahan
1.
Pengertian
kesehatan ibu dan anak.
2.
Tujuan
umum kesehatan ibu dan anak.
3.
Tujuan
khusus kesehatan ibu dan anak.
4.
Kegiatan
yang dilakukan pada program kesehatan ibu dan anak.
5.
Sistem
kesiagaan di bidang kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
C.
Landasan Teori
1.
Kesehatan
ibu dan anak merupakan harapan untuk masa depan bagi semua orang.
2.
Kesehatan
ibu dan anak merupakan kunci sukses membangun generasi muda.
D.
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui
apa sebenarnya program kesehatan ibu dan anak.
2.
Mengetahui
tujuan-tujuan dari program kesehatan ibu dan anak.
3.
Mengetahui
kegiatan-kegiatan dalam program kesehatan ibu dan anak.
4.
Mengetahui
bagaimana kesiagaan di bidang kesehatan ibu dan anak di tingkat masyarakat.
Bab 2
KESEHATAN IBU DAN ANAK HARAPAN MASA
DEPAN BAGI SEMUA ORANG
Semua mungkin sepakat bahwa generasi
muda adalah harapan bangsa, bahwa kemajuan satu bangsa pada masa mendatang
tergantung dari generasi muda yang ada pada hari ini. Kita pasti sepakat
mempersiapkan generasi muda yang tangguh, hebat hari ini adalah kunci sukses
buat masa depan bangsa. Mengapa menjadi sangat penting KIA..? Jawabnya secara
medis bila para ibu yang sehat secara jasmani dan rohani maka dari rahim para
ibu yang sehat jasmani dan rohani itu akan lahir anak-anak yang sehat. Apa bila
lahir anak-anak yang sehat maka akan tumbuh generasi muda yang sehat, tangguh,
cerdas sebagai penentu nasib bangsa pada masa depan.
A.Pengertian
Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah
upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu
hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Pemberdayaan masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi masyarakat
untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat
darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan. Sistem
kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh, dan untuk
masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi/komunikasi (telepon
genggam,telepon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantauan, dan
informasi KB. Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada
masyarakat, pemuka masyarakat, serta menambah keterampilan para dukun bayi
serta pembinaan kesehatan akan dilakukan di taman kanak-kanak.
B. Tujuan
1) Tujuan Umum
Tujuan program kesehatan
ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui
peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau mempercepat
pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia, serta meningkatnya derajat kesehatan
anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi
peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
2) Tujuan Khusus
a.
Meningkatnya kemampuan ibu
(pengetahuan, sikap, dan prilaku) dalam mengatasi kesehatan diri dan
keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan
kesehatan keluarga.
b.
Meningkatnya upaya pembinaan
kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan
keluarga serta di sekolah TK.
c.
Meningkatnya jangkauan pelayanan
kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, dan ibu
menyusui.
d.
Meningkatnya mutu pelayanan
kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi, dan anak
balita.
e.
Meningkatnya kemampuan dan peran
serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah
kesehata ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalaui peningkatan peran ibu
dalam keluarga.
C. Kegiatan
1. Pemeliharaan
kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita, dan anak prasekolah.
2. Deteksi
dini faktor resiko ibu hamil.
3. Pemantauan
tumbuh kembang balita.
4. Imunisasi
Tetanus Toxoid dua kali pada ibu hamil serta BCG, DPT tiga kali, Polio tiga
kali, dan campak satu kali pada bayi.
5. Penyuluhan
kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
6. Pengobatan
bagi ibu, bayi, anak balita, dan anak prasekolah untuk macam-macam penyakit
ringan.
7. Kunjungan
rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan serta bayi-bayi
yang lahir ditolong oleh dukun selama periode neonatal (0-30 hari).
8. Pengawasan
dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi serta kader-kader
kesehatan.
D. Sistem Kesiagaan Di Bidang KIA Di Tingkat
Masyarakat
Terdiri atas :
1. Sistem
pencatatan-pemantauan.
2. Sistem
transportasi-komunikasi.
3. Sistem
pendanaan.
4. Sistem
pendonor darah.
5. Sistem
informasi KB.
Proses
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini tidak hanya proses memfasilitasi
masyarakat dalam pembentukan sistem kesiagaan itu saja, tetapi juga merupakan
proses fasilitasi yang terkait dengan upaya perubahan perilaku, yaitu:
1. Upaya
mobilisasi social untuk menyiagakan masyarakat saat situasi gawat darurat,
khususnya untuk mambantu ibu hamil saat bersalin.
2. Upaya
untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menurunkan angka kematian
maternal.
3. Upaya
untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat dalam menolong
perempuan saat hamil dan persalinan.
4. Upaya
untuk menciptakan perubahan perilaku sehingga persalinan dibantu oleh tenaga
kesehatan profesional.
5. Merupakan
proses pemberdayaan masyarakat sehingga mereka mampu mengatasi masalah mereka
sendiri.
6. Upaya
untuk melibatkan laki-laki dalam mengatasi maslah kesehatan maternal.
7. Upaya
untuk melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mengatasi
masalah kesehatan.
Karena itu Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini
berpijak pada konsep-konsep berikut ini:
1. Revitalisasi
praktek-praktek kebersamaan social dan nilai-nilai tolong-menolong, untuk
perempuan saat hamil dan bersalin.
2. Mengubah
pandangan: persalianan adalah urusan semua pihak, tidak hanya urusan perempuan.
3. Mengubah
pandangan: masalah kesehata tidak hanya tanggung jawab pemerintah tetapi
merupakan maslah dan tanggung jawab masyarakat.
4. Melibatkan
semua pemangku kepentingan (stakeholders) di masyarakat.
5. Menggunakan
pendekatan partisipatif.
6. Melakukan
aksi dan advokasi.
Siklus
proses yang memberikan masyarakat kesempatan untuk memahami kondisi mereka dan melakukan aksi dalam mengatasi masalah mereka ini disebut
dengan pendekatan belajar dan melakukan
aksi bersama secara partisipatif (Participatory Learning and Action-PLA).
Pendekatan ini tidak hanya memfasilitasi masyarakat untuk menggali dan
mengelola berbagai komponen, kekuatan-kekuatan dan perbedaan-perbedaan,
sehingga setiap orang memiliki pandangan yang sama tentang
penyelesaian masalah mereka, tetapi pendekatan ini juga merupakan proses mengorganisir masyarakat
sehingga mereka mampu untuk berpikir dan menganalisa dan melakukan aksi
untuk menyelesaikan masalah mereka. Ini adalah proses pemberdayaan masyarakat
sehingga mereka mampu melakukan aksi untuk meningkatkan kondisi mereka.
Jadi, ini merupakan proses dimana masyarakat mengubah diri mereka secara
individual dan secara kolektif dan mereka menggunakan kekuatan yang mereka
miliki dari energi dan kekuatan mereka (Hartock, 1981).
Didalam konteks pembentukan sistem
kesiagaan, pertama-tama masyarakat perlu untuk memahami dan menganalisa
kondisi kesehatan mereka saat ini, seperti kondisi kesehatan ibu, kesehatan
bayi baru lahir, kesehatan bayi, pelayanan kesehatan, dan
berbagai hubungan, dan kekuasaan yang mempengaruhi kondisi tersebut agar mereka
mampu untuk melakukan aksi guna memperbaiki kondisi tersebut berdasarkan
analisa mereka tentang potensi yang mereka miliki. Untuk memfasilitasi mereka
agar berpikir, menganalisa dan melakukan aksi, proses fasilitasi dan warga yang
berperan melakukan fasilitasi sangat diperlukan. Selain itu, warga yang
berperan memfasilitasi masyarakatnya membutuhkan pemahaman tidak hanya tentang konsep
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA tetapi juga membutuhkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan
metode dan alat-alat partisipatif. Jadi, pendekatan yang diaplikasikan dalam
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini akan menentukan proses dan kegiatan
berikutnya dalam keseluruhan proses Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA ini.
Desa Siaga merupakan gambaran masyarakat
yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman
terhadap kesehatan masyarakat seperti kurang gizi, penyakit menular dan
penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa, kejadian bencana,
kecelakaan, dan lain-lain dengan memanfaatkan potensi setempat, secara
gotong-royong. Selain sebagai upaya untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan
dasar kepada masyarakat, pengembangan Desa Siaga juga mencakup upaya
peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi masalah-masalah
kesehatan, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih
dan sehat.
Inti dari kegiatan Desa Siaga adalah
memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat. Memperhatikan
tujuan dan ruang lingkup pengembangan Desa Siaga tersebut, maka Pemberdayaan
Masyarakat bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan salah satukomponen
yang penting dalam pencapaian tujuan Desa Siaga dalam hal penurunan Angka
Kematian Ibu dan Bayi.
Bab 3
KESIMPULAN
Dari
pembahasan tentang masalah Kesehatan Ibu dan Anak dapat disimpulakan bahwa
kesehatan ibu dan anak sangat penting dalam upaya membangun generasi muda yang
tangguh yang merupakan kunci sukses bagi masa depan bangsa. Dalam beberapa hal
yang telah dilakukan menghasilkan hasil yang lumayan dan ada juga yang masih
terkendala dalam pelaksanaannya. Masalah kesehatan ibu dan anak nantinya juga
akan semakin dikembangakan agar tercapainya visi dan misi dari kegiatan di
atas.
DAFTAR
PUSTAKA
Unknown
SINOPSIS
Hujan
yang turun dengan deras sebenarnya tidak sendiri. Mentari tidak pernah
meninggalkan langit biru. Dia hanya mencoba memandirikan langit yang sebenarnya
sangat indah jika dia mampu. Menciptakan pelangi menyejukkan hati-hati perindu
Ilahi.
Angin
yang datang dengan kuat bukan maksud untuk menghancurkan tetapi dia mencoba
menghembuskan keteduhan di hati-hati penunggu syurga seperti aku.
Daun
yang sudah jatuh lalu terinjak-injak bukanlah suatu kesia-siaan semata. Karena
setelah itu dia akan bersatu dengan tanah lalu menyuburkan tanaman-tanaman yang
lain. Seperti itulah sebenarnya pengibaratan Allah . Ar-Rauf yang tidak pernah
memberikan sebuah kesia-sia terhadap hamba-hamba yang mencintai-Nya.
Ar-Rauf memeluk kisahku
Daun-daun
yang berguguran tiada pernah membenci angin yang sengaja menghembuskan atau
mencampakkan dirinya. Walau sebenarnya dia tidak pernah tahu kemana dia akan
pergi setelah dicampakkan. Betapa dia mengakui bahwa lemahnya dirinya, yang
tidak sanggup bertahan dalam rumah indahnya, (pohon). Angin pun ternyata tidak
pernah tahu bahwa selama ini dirinya begitu kejam terhadap ratusan daun-daun
yang tiap harinya berjatuhan karenanya. Beterbangan kesana-kemari sampai mereka
begitu terasa lelah, penat tetapi mereka tidak pernah sedikitpun membenci
angin.
Hingga
pada suatu waktu, mereka terlihat terkapar layu di atas tanah, hanyut di bawa
derasnya arus air dan terinjak-terinjak. Lalu mereka menghilang tiada berwujud
lagi, Namun mereka tidak pernah membenci
angin. Langkah demi langkah, aku pun meninggalkan tempat tragis itu, dengan
langkah yang gontai kuberjalan melalui kisah dramatis itu, angin dan daun, “hmm”,
besitku dalam hati.
Tidak
pernah terpikirkan olehku sebelumnya bahwa aku akan berada di tempat ini. Aku
rela mengorbankan rasa rinduku yang jauh dari mereka. Hari ini aku benar-benar
ingin menangis,lalu memeluk tubuh sosok peneduh batinku, Mama. Aku ingin
bercerita panjang lebar dalam pelukannya dan mendapat belaian hangat yang sudah
lama tidak pernah kurasakan. Aku ingin duduk bersama dengan Buyaku ( Ayahku ).
Mendengar nasihat-nasihatnya yang bersahaja dan memberikanku motivasi kekuatan
untuk terus berjalan mengarungi kehidupan. Saat ini melihat wajah mereka secara
langsung adalah harapan terbesarku. Tetapi waktu masih enggan bergulir seakan
sedang menguji dan mengajakku bermain-main dengan air mata. Tetapi ini adalah
keputusanku, ini adalah jalan yang harus kutempuh dan aku percaya dengan takdir
Tuhan.
Treet,
treet..! ponselku berbunyi.
Sekejap
lamunanku terhenti. Lalu aku langsung mengambil ponselku dan membaca sms masuk.
“Assalamu`alaikum,
apa kabar Ridwan?”
Ternyata
Rois masih ingat padaku, gumamku dalam hati. Dia adalah salah satu sahabatku
saat di SMA dulu. Sering kumenghabiskan waktu bersamanya, saling bercerita
bahkan saling berbagi. Aku sudah menganggapnya seperti saudara kandungku
sendiri. Tak jarang dia menguatkanku, memberiku nasihat untuk selalu tegar
setiap ada masalah. Tiba-tiba saja aku teringat semuanya, teringat
kejadian-kejadian lucu, indah, dan bahkan menyakitkan saat-saat bersamanya. Itu
sudah menjadi kenangan dan masa lalu yang tak mungkin kuputar kembali walau
dengan apapun tebusannya.
“Wa`alaikum
salam Is, Alhamdulillah aku sehat. Kamu gimana?”
“Oh,
syukurlah. Alhamdulillah aku juga sehat” balas Rois.
Salah
satu kisah yang masih sering kusesalkan. Mengapa aku tidak bersama mereka ,sahabat-sahabatku.
Mengapa kami harus berjauhan terpisah oleh jarak yang begitu jauh.”huuffffth”
Hingga sangat menguras emosiku dan menguji mentalku. Tetapi, lagi-lagi aku harus
menguatkan diriku sendiri tanpa mengharapkan orang lain yang sudah sibuk dengan
urusannya masing-masing.
Kuakui
ini begitu berlebihan. Tetapi aku adalah remaja yang baru kali ini jauh dari
orang tua, jauh dari sahabat-sahabat dan jauh dari rumah. Hingga aku pun
sedikit membenarkan diriku.
Arloji
tanganku sudah menunjukkan pukul 23.05 WIB. Lalu kutatapi sekelilingku.
Kudapati dinding-dinding kamarku yang membisu, Lemariku yang tidak peduli serta
jam dindingku yang mungkin sedang tertawa menyaksikan kesibukanku yang tiada
berarti serta dispenser yang mengundang dahagaku setelah 3 jam aku berpetualang
dalam masa lalu. “hmm” aku menghapus sisa-sisa air mata yang masih membekas di
pipiku sambil aku meneguk beberapa gelas air. Setelah itu aku tidur dan tidak
lupa kumembaca doa yang selalu diingatkan oleh Buyaku saat hendak mau tidur.
*********
Hari
ini mendung sekali. Langit yang tadinya biru kini teramat suram. Seperti ada
yang disembunyikan atau dia sedang ingin sendiri menikmati waktunya. Tidak
menginginkan seorang pun tahu untuk mengerti tentangnya yang sekarang. Dia
tetap mengepul, bergelut hitam kelam. Mentari yang selalu bersamanya pun seolah
berkhianat membelakangi kisah skenario yang seharusnya berjalan bersamaan.
“bagaimana
aku berangkat kuliah ini” ucapku sendiri
“langitnya
gelap, angin juga kuat sekali. Mungkin akan turun hujan”pikirku
Sambil
ku ambil ponsel dari tas sandangku. Kemudian ku kirim sebuah sms kepada seorang teman satu jurusanku,
Ayyesha.
“Assalamu`alaikum
sha…”
Aku
masih stay di kamar kost-kostanku. Tempat semuanya
terjadi akhir-akhir ini. Simple, Tapi
di sini lah sekarang separuh aku menjejaki profil diri yang masih terus beradaptasi dengan lingkungan baru yang
selama ini selalu menjadi buah bibir orang-orang. Karena kejamnya, karena egoisnya,
dan segala cara dihalalkan disini, demi mendapatkan sesuap nasi. Memang sungguh
tragis saat kumendengar semua celotehan-celotehan orang-orang di kampungku yang
kupikir semua itu hanya omongon belaka. Tetapi saat kumenginjakkan pertama kali
di tempat ini, di Ibukota Provinsi ini. “hummh, ya Allah..ternyata benar Medan
seperti itu”.Kata-kata yang pertama kali aku dengar saat meminta bantuan pada
masyarakat disekitar ku,” ini Medan bung,gak ada yang gratis”.
“Wa`alaikum
salam wan…, ada apa?” ayyesha membalas sms
dariku.
“Ukhti,
kamu sudah di kampus?”
“Iya,
ini aku lagi di jalan sama Putri”
“Oh,
cuaca lagi buruk banget, aku masih di kost nih. Payung juga gak punya, hehehe”
balasku
“hehehe
... Iya, anginnya kencang banget, aku sama Putri aja ini lari-lari biar gak
terjebak hujan ntar”
“Oke
deh ukhti. Kalau nanti udah nyampe kampus, kabari aku yah. Soalnya aku agak
telat ke kampusnya”
“Iya Wan.., ini kami
udah nyampe di tenda biru (tempat
nongkrong paling asyik mahasiswa kedokteran)
.”Ayyesaha mengakhiri sms.
Aku
sentak berdiri, masih ada sisa 10 menit buat aku untuk sampe di kampus. Hari
ini, ada mata kuliah bahasa inggris dan agama islam setelah itu aku juga harus
menghafal anatomi tubuh manusia.”Hufft.., semangat Ridwan!!” ucapku dalam hati.
“This is my way!!!”. Aku pun
mengambil jaket almamater kebanggaanku yang berwarna merah dari lemari, ahh…
tak apalah setidaknya ini bisa melindungiku dari langit yang sudah mulai gelap
dan gerimis. Belum lagi angin yang begitu kencang. “Let`s go!´hidup harus tetap berjalan dan selalu disyukuri.
Aku
berjalan menyusuri jalanan sepi. Orang-orang sekitar kostku sudah memasuki
rumah mereka masing-masing. Berlindung dari gemuruh hujan dan dari hebatnya
hembusan angin. Ku pandangi jalanan sambil kuberlari-lari kecil. Sepertinya
langit masih sangat baik untuk bisa kujadikan partner. “Alhamdulillah..” besitku dalam hati. Ternyata hujannya
turun sangat deras setelah aku sampai di kampusku. “Mereka datang
keroyokan,hehe” aku senyum-senyum sendiri sambil berjalan ke ruangan al-Munir,
tempat belajarku hari ini. Hari ini aku harus pulang hingga maghrib karena
masih banyak tugas yang harus aku selesaikan. Huuuh…. Kumencoba untuk terus
menyemangati diriku untuk selalu bersemangat mengikuti proses ini. Mengikuti semua
jalan yang sudah ditetapkan untukku. Puasa sunnah senin kali ini, pasti akan
sangat melelahkan tetapi puasa sunnah senin kamis yang sudah biasa kulakukan
bersama teman-temanku saat di SMA seperti menjadi bagian hidupku yang tak mudah
untuk aku tinggalkan. Walau saat ini aku bukan di tempat sereligius itu, aku harus bisa menjaga setiap rutinitas
kebaikan yang selalu kulakukan.
“Wan…”
Ardhi menepuk bahuku
“Hey..kenapa
dhi?”
“Kamu
baru nyampe yah”
“Iya,
hujannya deras banget. Angin juga kencang banget.” Jawabku
“Iya
yah, datangnya kompakan banget. Sampai aku basah-basah gini.”
“heheh,”
aku tertawa mendengar ucapan Ardhi saat mengatakan hujan sama angin datangnya
kompakan.
Sungguh
besar sekali kekuasaan Allah. Tidak seorang pun yang mampu menandingi-Nya. Jika
Dia mengatakan terjadi maka akan terjadilah sesuatu itu. Ya Rabb…aku
mencintai-Mu, ucapku dalam sekali di dasar kalbuku. Engkaulah yang kupunya saat
aku memilih jauh dari kedua malaikatku yaitu orang tua ku. Istiqamahkan aku di
jalan-Mu agar kugapai prestasi yang selalu dalam keridhoan-Mu. Jangan Engkau
menjauh sedikitpun dariku ya Allah, sesungguhnya aku cemburu melihatmu jika
tidak ada bersamaku. Hujan dan angin yang hebat ini adalah suatu cerita yang
sudah digariskan ditakdirku. Aku yakin itu, karena aku selalu berharap setiap
harinya bertambah kecintaanku terhadap-Mu, ya Allah.
Sambil
menunggu dosen datang, anak-anak kedokteran membuat kegiatan masing-masing.
Sehingga membuat suasana ruangan menjadi sangat ramai, riuh terdengar suara tawa.
Ada yang asyik dengan Blackberry nya.
Ada yang sibuk dengan lembar-lembar tugas yang dikumpulnya baru minggu depan,
ada yang ngumpul-ngumpul cerita tentang daerahnya masing-masing. Aku begitu
terkesima melihat keakraban mereka semua. Sulit kubayangkan apa jadinya jika
diantara kami selalu bertentangan mempertahankan kebenaran dari tradisi-tradisi
daerah sendiri. “yah kapal pecah…yang di dalamnya menjunjung tinggi sifat
egois” khayalku. Tetapi aku yakin sebelum aku ataupun mereka semua dilahirkan
ke dunia ini, pasti kami sudah digariskan satu sama lain untuk saling bertemu
dalam ukhuwah persaudaraan yang hakiki.
Sementara
aku yang terlena dengan kumpulan foto-foto di ponselku. Kupandangi satu-satu
wajahnya. Kalian tidak akan tergantikan, ucapku kepada wajah-wajah yang sudah 6
tahun kami bersama dalam wadah suci nan Islami, biasa kami sebut penjara suci (Asrama). Sekolah pondok
yang banyak mengajarkan arti Islam sesungguhnya. Disana kami pernah tertawa
bersama, pernah menangis bersama, makan bersama, belajar bersama, tidur,mandi
serta kegiatan kecil sekalipun kami selalu bersama. Bahkan kami pun pernah
tersandung batu, kerikil tajam yang sempat membuat kami terpisah oleh jarak dan
beda paham tetapi itu selalu tertepis saat setiap uluruan tangan selesai sholat
berjamaah. Sehingga itu sangat berkesan dan tidak akan pernah terlupa sampai
kami bertemu kembali dalam cita-cita kami yang pernah terucap bersama di bawah
pohon rindang yang menjadi saksi bersejarah dalam periodisasi waktu.
“wan,
sibuk sendiri aja, lagi ngapain?” Hasfi mengagetkanku.
“Gak
ngapa-ngapain koq,” jawabku
Ternyata
dia baru datang dan duduk tepat di belakang kursiku.
Ayyesha
menghampiriku.
“Kamu
udah nyampe ternyata Wan…” tutur Ayyesha.
“Iya,
dari 5 menit yang lalu ukhti” jawabku sambil merapikan tempat dudukku.
“Oh,
nih, mau gak, aku ada kue. Aku belum sarapan dari kost soalnya.
“(aku
senyum)”
“Hehe,
ko’ malah senyum. Ini ambil aja, aku
juga gak habis nih.”
Aku
memang tak biasa mengatakan kepada orang-orang kalau aku sedang puasa sunnah.
Aku takut dianggap ria. Untung saja, tidak lama kemudian Ayyesha mengetahuiku
sedang berpuasa. Lalu dia meminta maaf.
“Maaf
banget loh Wan..” Ayyesha memelas
“Gak
apa-apa Ayyesha” sambil tersenyum kumemandangi tingkahnya.
Sudah
lewat pukul 10.00 WIB, dosennya juga masih belum datang. Sehingga membuat anak-anak
terheran karena biasanya beliau selalu datang tepat waktu. Tapi kali ini
terlihat sangat berbeda. Atau mungkin masih di jalan dan terjebak macet,
pikirku.
Ayyesha
kemudian datang lagi menghampiriku. Tiba-tiba dia menyebut kata yang gak asing
di telingaku.
“Wan..Kamu
pernah dengar Resonansi Jiwa?” tutur
Ayyesha
“Oh
iya, itu aku tahu Resonansi Jiwa” balasku
“Apa
coba?” Ayyesha mencoba mengujiku
Ternyata
dia sedikit belum percaya kalau aku tahu tentang Resonansi Jiwa .
“ Yah
tau lah, aku punya koleksinya di laptopku. Ada banyak kisah-kisah yang bermakna
dan bermanfaat. Kira-kira berdurasi 7-10 menit tiap pembacaan kisahnya” jelasku
“hehehe,
iya, iya. Kamu benar” Ayyesha kembali salah tingkah
Aku
yang bersikap biasa saja menjadi senyum-senyum sendiri. Lalu kami pun bercerita
tentang kisah-kisah yang bermanfaat dalam kumpulan resonansi jiwa. Ternyata Yudha mendengar perbincangan kami dan dia
pun mengetahui sangat banyak tentang kisah-kisah tersebut.
**********
Adzan maghrib di kampus berkumandang. Aku
masih berkutat dengan tuhas-tugasku yang masih belum selesai. Botol minuman
yang sengaja kubawa dari kost tadi aku sudah refill. “Bismillah….” Aku pun berbuka puasa hanya dengan beberapa
teguk air putih yang tersedia.
“Alhamdulillah…puasaku
hari ini berjalan lancar. Terima kasih ya Allah. Ini juga berkat-Mu yang selalu
ada di hatiku.”
Perjuangan
untuk hari ini sudah selesai. Setelah kumembereskan buku-buku dari mejaku aku
langsung bergegas menuju masjid kampus
untuk sholat maghrib. Kemudian aku pulang dan menyusuri kembali jalanan yang
tiap hari ini ku tempuh. Jalanan-jalanan itu akan menjadi saksi bisu dalam
mengejar masa depan ku nantinya. Mama selalu berpesan “ Nak, putra mahkotaku,
jangan kecewakan mama sama buya. Besar harapan mama kepadamu nak” Dan itulah
yang selalu terngiang di hati dan pikiranku. Walau terkadang aku sering
berbohong jika ditanyakan lewat telepon apakah aku rindu atau tidak, apakah aku
ingin pulang atau tidak. Karena aku harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan
itu tidak sesuai dengan fakta. Sebab jika aku harus jujur maka akan menjadi
beban pikiran buat kedua malaikatku itu, mama dan buya.
Aku
sungguh merindukan kalian…
Aku
harus bisa menjadi kebanggan kalian dan membahagiakan kalian. Karena kalian
adalah hidupku.
Sesampainya
aku di kost, aku merebahkan tubuhku. Terasa begitu lelah, penat merasuki
tubuhku. Dinginnya malam ini pun serasa menusuk tulang-tulangku. Sebelum aku
mengistirahatkan tubuhku, adzan Isya memanggilku untuk bersimpuh diri di
hadapan-Nya. Tubuh ini tidak ada apa-apanya tanpa hadir-Nya yang selalu ada di
mana-mana. Di sujud terakhirku aku bersimpuh diri, menghinakan diriku yang lemah
ini terhadap semua takdir yang telah diputuskan untuk aku jalani. Dalam
kekhusyukan doa terjatuh air mataku yang sebenarnya Dia lah yang terbaik di
belakang semua ini.
“Kutitipkan
mereka yang kutinggalkan demi cita-citaku ya Allah..,sampaikan senandung
rinduku yang begitu hebat seperti derasnya hujan dan kuatnya angin. Tetapkan
aku selalu dalam perjalanan yang Engkau ridhoi, Istiqamahkan aku untuk semua
syariat-syariat-Mu”.
Aku
merebahkan tubuhku.Kuyakinkan kalbu ini bahwa Ar-Rauf memeluk kisahku. Lalu berharap, esok akan lebih baik dari
hari ini. Meskipun semuanya adalah rencana-Nya tapi tugas yang sebenarnya
adalah selalu berbuat yang terbaik dari setiap perjuangan.
Langganan:
Komentar (Atom)
